Wallpaper texture premium

Wallpaper Berbahan Vinyl vs Non-Woven: Pahami Perbedaan Surface, Backing, dan Cara Memilihnya

Memilih wallpaper untuk interior tak cukup dari motif dan warnanya saja. Salah satu pertimbangan penting yang perlu diperhatikan adalah material wallpaper yang sesuai dengan kebutuhan ruang Anda.

Mengapa demikian? Menurut James Mellan-Matulewicz, CEO Wallpaper Bobbi Beck, desain dan daya tahan material menjadi dua faktor yang perlu dipertimbangkan saat memilih wallpaper.

Dari banyaknya jenis material yang tersedia, vinyl dan non-woven menjadi perbandingan yang kerap muncul saat pemilik rumah mencari wallpaper dengan kualitas terbaik.

Namun, perlu diketahui juga, istilah vinyl dan non-woven tidak selalu menunjukkan dua material yang sepenuhnya terpisah. Vinyl umumnya mengacu pada lapisan permukaan, sedangkan non-woven dapat mengacu pada material dasar atau backing wallpaper.

Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkapnya, simak artikel berikut agar tidak salah kaprah, ya!

1. Kenali Dahulu Perbedaan Vinyl dan Non-Woven

Perbedaan tekstur wallpaper vinyl dan non-woven.

Sebelum melihat karakter keduanya, Anda perlu memahami posisi masing-masing material dalam konstruksi wallpaper.

  • Vinyl umumnya mengacu pada lapisan permukaan (surface) wallpaper yang terbuat dari PVC (polyvinyl chloride). Lapisan yang lebih mudah dibersihkan serta tahan terhadap kelembaban dan noda tertentu.
  • Sementara itu, non-woven merupakan material dasar (backing) yang terbuat dari campuran serat alami dan sintetis, seperti poliester. Berbeda dengan kain tenun, material ini diproduksi melalui proses pengikatan serat sehingga menghasilkan lembaran yang kuat dan stabil.

Dengan demikian, sebuah wallpaper bisa saja memiliki vinyl sebagai surface dan non-woven sebagai backing. Jadi, istilah vinyl dan non-woven tidak selalu menunjukkan dua pilihan material yang harus dipilih salah satunya. 

Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda dapat melihat wallpaper berdasarkan fungsi setiap lapisannya, bukan hanya berdasarkan nama material.

2. Perhatikan Ketahan dan Stabilitas Material

Setelah mengetahui konstruksinya, pertimbangkan bagaimana masing-masing bagian bekerja dalam penggunaan sehari-hari.

  • Vinyl: Relatif mudah dibersihkan dan memiliki ketahanan yang baik terhadap noda, gesekan, serta kelembapan permukaan. 
  • Non-woven: Membantu menjaga struktur wallpaper agar tetap stabil serta dapat mendukung proses pemasangan dan pelepasan pada produk tertentu.

Keduanya memiliki fungsi berbeda, ketahanan permukaan tidak bisa disamakan dengan stabilitas backing. Untuk itu, jangan menentukan kualitas wallpaper hanya dari satu material.

Jadi, ketika mencari wallpaper yang awet, perhatikan konstruksi secara keseluruhan, bukan hanya apakah wallpaper menggunakan vinyl atau non-woven.

3. Pertimbangkan Kondisi Ruangan

Perbandingan selanjutnya adalah kondisi ruangan yang juga menentukan jenis konstruksi wallpaper apa yang sesuai.

  • Vinyl: Memiliki ketahanan terhadap air yang lebih baik pada produk dengan spesifikasi yang sesuai, sehingga dapat dipertimbangkan untuk area yang berpotensi terkena cipratan air. 
  • Non-woven: Memiliki struktur berbasis serat yang memungkinkan karakter material lebih breathable dibandingkan permukaan vinyl yang tidak berpori.

Sebagai catatan, wallpaper dengan vinyl surface tidak otomatis cocok untuk area yang terus-menerus terkena air. Untuk itu, pastikan Anda melihat spesifikasi wallpaper yang memang sesuai dengan kondisi ruangan.

Pilih Wallpaper Berdasarkan Kebutuhan Ruang

Wallpaper Collection Rasch Curiosity

Setelah memahami surface dan backing, Anda bisa menentukan wallpaper berdasarkan kebutuhan interior.

Pertimbangkan vinyl solid jika Anda:

  • Mengutamakan permukaan yang relatif mudah dibersihkan.
  • Membutuhkan ketahanan lebih terhadap noda atau cipratan.
  • Memiliki ruangan dengan aktivitas yang cukup tinggi.

Rekomendasi ruangan: Dapur dan kamar mandi.

Pertimbangkan non-woven jika Anda:

  • Menginginkan material dasar yang stabil.
  • Mempertimbangkan metode pemasangan paste-the-wall pada produk tertentu.
  • Menginginkan proses pelepasan yang lebih praktis saat renovasi.

Rekomendasi ruangan: Ruang tamu dan kamar tidur.

Jika menemukan wallpaper dengan vinyl surface dan non-woven backing, Anda tidak perlu menganggapnya sebagai dua material yang bertentangan. Justru, kombinasi tersebut menunjukkan bahwa surface dan backing dapat menggunakan material yang berbeda dalam satu produk. 

Kesimpulan: Kenali Konstruksinya, Baru Pilih Wallpapernya

Memahami wallpaper vinyl vs non-woven bukan sekadar mencari tahu material mana yang lebih awet. Hal yang lebih penting adalah mengetahui fungsi masing-masing bagian dalam konstruksi wallpaper.

Pada akhirnya, pilih wallpaper berdasarkan surface, backing, kondisi ruangan, kebutuhan perawatan, dan metode pemasangan. Dengan memahami konstruksinya sejak awal, Anda dapat memilih koleksi wallpaper yang tidak hanya mempercantik dinding, tetapi juga mendukung kebutuhan interior secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *